Kenapa Pusat Perbelanjaan Di Butuhkan??

Posted: July 28, 2009 in Uncategorized

Fenomena pengembangan pusat belanja di Jakarta yang tiada habisnya, membuat banyak orang bertanya-tanya. Apa fungsi sebenarnya pusat perbelanjaan atau yang biasa di kenal dengan sebutan “Mall” tersebut. Fungsi utama dari pusat perbelanjaan sendiri sebenarnya adalah tempat dimana terdapat penjual/pelaku perdagangan (seller) dan konsumen, dimana terjadi aktifitas ekonomi di dalamnya. Tetapi, harfiahnya, fungsi tersebut kini meluas, bukan hanya menjadi tempat membeli barang-barang atau keperluan sehari-hari, tetapi juga tempat dimana banyak hal (bukan hanya barang) tetapi jasa yang berbentuk entertainment, education, dsb berkumpul.
Di Jakarta sendiri, puluhan pusat belanja tersebar, mulai dari pusat belanja yang menjual consumer goods sampai pusat belanja yang menggelar attractiveness entertainment yang menjadi salah satu konsep pengembangan dari pusat belanja. Sejak tahun 1960, pusat belanja modern hadir di Jakarta yaitu Sarinah di Jl. Thamrin. Sampai saat ini, bangunan tersebut masih ada dan masih berfungsi sebagai pusat belanja dan semakin berkembang sebagai tempat hiburan. Dan beberapa pusat perbelanjaan baru hadir dengan menyuguhkan konsep yang “luar biasa” yang bias memikat banyak pengunjung dengan berbagai target untuk dating dan menghabiskan ¼ gajinya di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Sebut saja, Senayan City, Grand Indonesia, Pacific Place, FX, dan Mall Of Indonesia. Keempat pusat belanja baru yang merupakan pusat perbelanjaan bertaraf kelas atas di Jakarta menawarkan banyak attractiveness bagi pengunjung. Bukan hanya di Jakarta, tetapi wilayah-wilayah penyangga Jakarta juga mulai bertaburan pusat-pusat belanja, yang luasannya semakin “menggila”.
Contoh yang dapat dilihat, di sepanjang Kawasan Serpong, beberapa pusat perbelanjaan berdiri, bahkan beberapa pusat perbelanjaan yang mulai collapse dan sepi pengunjung tersebut berbenah dengan melakukan berbagai macam strategi untuk mengaktifkan kembali gedung pusat perbelanjaan tersebut dan menarik banyak orang untuk datang dan berbelanja, Belum lagi, pusat – pusat perbelanjaan tersebut melakukan positioning untuk tetap bertahan dari persaingan pusat perbelanjaan yang semakin berat, telah hadir kembali pesaing-pesaing lainnya yang siap hadir dengan konsep yang lebih menarik, bangunan yang lebih baru, fasilitas yang lengkap, dan attractiveness yang lebih menarik.
Jika dilihat dari perkembangannya, pusat perbelanjaan sudah tidak lagi tertata dengan baik. Tidak jelas pola perkembangannya, bahkan skala pelayanannya. Apa yang terjadi? Apakah karena fungsi pusat perbelanjaan yang semakin meluas atau tingkat konsumerisme masyarakat Indonesia yang semakin tinggi? Atau kurangnya fasilitas rekreasi yang menyebabkan pusat belanja menjadi subtitusi daripada ruang-ruang terbuka di Kota? Ada apa dengan fenomena pusat perbelanjaan sampai dengan commercial strip yang juga dikatakan pusat perbelanjaan?
Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap hal ini? Apa yang masyarakat lakukan terhadap fenomena perkembangan pusat belanja ini? Siapa yang harus bertanggung jawab atas ketidakteraturan pengembangan pusat perbelanjaan di kota-kota besar seperti Jakarta? Apa untungnya memiliki banyak pusat belanja dengan aktivitas yang hamper sama ?
Pertanyaan – pertanyaan itu mungkin menjadi refleksi, betapa besarnya jumlah penduduk Indonesia, sehingga nieche market terhadap pusat belanja tidak pernah habis. Meskipun (mungkin) terjadi overlapping market tetapi para pengembang pusat perbelanjaan masih bisa mendapatkan Cash flow biru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s