Developer : Part I

Posted: July 28, 2011 in Uncategorized

end of July weekend..

Entah kenapa,tiba2 malam ini pengen nulis sesuatu tentang ‘Developer’ atau ‘Pengembang Property’. Sudah 2tahun belakangan ini,sy bergelut di bisnis tsb. Bukan sbg pemilik,tp hanya sebagai karyawan. 1,5th pertama sy bergelut di bidang Business Development. Pertama kalinya pula sy bekerja di luar kampus,di sebuah perusahaan Tbk di luar Jakarta.
Dengan berat hati meninggalkan dunia akademis untuk mengenal lebih dalam dan secara practically bs mengaplikasikan ilmu sy. Dimulai dgn Business Development. Teringat kt2 bos sy dulu,bahwa BusDev menjd salah satu item wajib bagi Developer utk mngembangkan bisnisnya. Pengembangan property sgt unik. Menyangkut tanah,bangunan dan manusia. Tdk eksak tp bisa dihitung dengan eksak. Sy setuju,amat sangat. Dengan ‘tanah,bangunan dan manusia’. Bisnis property bukan hanya jual rumah (thn n bgn),tetapi jg mmbangun komunitas. Kebetulan,developer tempat sy bkerja tmsk salah satu developer bsr dengan Land Bank ribuan Ha dan sdh berekspansi sejak th 1990an. Selain busdev,sy jg melakukan beberapa riset utk pengembangan bisnis ke dpn. Mencari tahu,apa kebutuhan pasar utk dikembangkan. Prinsip tanah,bgnan,dan manusia sbg user trnyata brada di satu titik pertemuan yaitu Harga (hihihi UUD-Ujung2nya Duit). Kalau dilihat dr tren,si developer trsbt memasarkan/menjual produk2 mid-up-high. Hanya di produk2 prtama mrk memasarkan kls mid-low.
Jd teringat akan 1÷3÷6. Sistem hunian berimbang. 1 rumah up, 3 mid, 6 low. Humm..tampaknya itu sdh tdk dipergunakan lg. Secara eksak,hal itu jelas krn tdk mndtgkan high profit. So,big developer more often to produce a big product = high price!

Nah,sdh hampir stengah taun,sy brgabung dgn developer baru,tidak bsar tp jg tdk kcil. Beberapa proyeknya di luar jkt cukup bragam,dr product mid-up jg mid-low. Interest,krn sy bs tau bgmn mereka mlakukan proses utk produce mid-low cost. Dan,hasilnya.. Tdk sprti di Developer lama,disini sy bnr2 involve lgsg dlm harga,cashflow,dan land development feasibility. Tertarik jg dgn keinginan manajemn utk mbgun hunian mid-low.
Tp,trnyata sulit jg utk menyerap pasar mid-low. Seringkali konsumen tdk mndptkan prsetujuan kredit rmh krn gaji mrk tdk mncukupi atau krn mreka msh punya cicilan motor. Woww..bgitu sulitnya masy mid-low memiliki rumah. Pdhal,mrka mrupakan end-user yg bsa mmbrikan profit pd developer untuk land price increase. Kbetulan,sy mndpt tg.jwb mmbuat harga. Trnyata,dgn sedemikian rupa,developer mmbuat harga utk Bank agar nilai plafon konsumen dpt diterima dan si konsumen ttp bsa mmbayar DP utk mndapatkan rmh. Senang rasanya..🙂
Okay,jd point yg sbenarnya sy ingin share a/ bgmn developer mendelivered low-cost housing ttp dilingkungan yg sama dan kualitas yg tdk jauh brbeda.
Yaaah..semuanya memang tergantung. Depend on developer strategy to develop low cost housing atau Developer just thinking about Government job to supply low-cost housing. Is Jakarta do that?! Hell No.. Cuz,I didn’t found the price that passed with my wallet! Hohohoho..
-to be continue-

Posted with WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s