Saya dan Kaitannya dengan Kehidupan Kota dan Lingkungan

Posted: August 15, 2014 in Uncategorized

Siapa saya? Sampai dengan umur saya di pertengahan menuju dewasa, saya masih agak sering bingung jika ditanya mengenai siapa saya (dalam pengertian profesi). Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan konsultan properti swasta di Jakarta, saya juga membantu mengajar di tempat saya kuliah dulu. Saya juga punya pekerjaan sampingan sebagai perencana kota dan kawasan. Mengapa sampai sebanyak itu saya bekerja?? Hemm..mungkin karena kebutuhan terhadap perencana sangat tinggi sementara pasokan cukup terbatas.

Terkait dengan kehidupan kota dan lingkungan, saya merupakan salah satu pecinta kota, meskipun saya sadar saya belum berbuat banyak terhadap kota ini, bahkan saya sering merasakan kegalauan dan kegundahan tentang apa yang terjadi pada kondisi perkotaan di negara kita. Mulai dari transportasi, fasilitas umum, ruang terbuka hijau bahkan yang lebih luas lagi seperti kebutuhan akan hunian. Berhubung saya sudah hampir 6 tahun bekerja di dunia properti, saya sering kali membantu para pengembang melakukan studi dan memberikan konsultansi untuk mengembangkan sebuah lahan atau kawasan. Saya selalu mencoba untuk memasukkan unsur perencanaan di dalam semua studi2 saya. Saya selalu melakukan studi dengan konteks regional dan selalu melihat parameter pengembangan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah kota, meskipun akhirnya tidak jarang saya juga-lah yang memberikan ide untuk melakukan breakthrough jika parameter itu dianggap sebagai kendala bagi sebuah pengembangan.

Saya merasa seperti mata pisau (saya pernah menulis mengenai profesi konsultan properti dan konsultan perencana kota yang seperti sebuah mata pisau pada saat mahasiswa dulu, dan benar saja itu terjadi di kemudian hari). Saya memiliki banyak kegundahan dan kegalauan pada profesi ini. Berkaca pada teman-teman yang berprofesi perencana kota juga tidak banyak memberikan sumbangsih pada kondisi kota ini, malahan saya merasa, apa yang saya lakukan memberikan dampak yang cukup tinggi bagi perkembangan kota ini.

Di kondisi yang seperti itu, saya mencari jalan untuk merubah pola pikir dan mungkin bisa merubah profesi saya. Meskipun saya sudah bergelut cukup lama di dunia properti, saya masih merasa diri saya adalah seorang perencana kota, karena saya pikir, memang itulah cita-cita saya. Akhirnya, saya memutuskan untuk bergabung di Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia. Saya pikir, itulah salah satu jalan yang bisa membawa saya kembali ke dunia perencanaan. Karena hampir 5 tahun saya praktis lebih banyak berkutat di dunia properti. Saat pertama saya bergabung dengan organisasi tersebut, saya melihat betapa luasnya komunitas ini (saya juga ikut beberapa milis dan bergabung dengan komunitas-komunitas lain secara online) dan betapa banyaknya dan hebatnya pemikiran-pemikiran yang mereka sampaikan. Saya berpikir, mengapa orang-orang hebat ini tidak bisa memberikan banyak hal terhadap kehidupan perkotaan kita? (Sama dengan hal-nya pak KT berpikir dalam tulisannya).

Sampai akhirnya saya berpikir, ternyata terjadi gap yang sangat tinggi antara perencana senior dengan perencana muda dimana saya melihat sepertinya profesi perencana bukanlah profesi yang seksi dan menarik bagi anak-anak muda padahal sebagian besar kota kita diisi oleh anak-anak muda. Dan setelah beberapa kali saya mengikuti kegiatan dan berdiskusi dengan bapak/ibu senior di IAP, saya juga merasa bahwa banyak sekali mahasiswa keluaran sekolah perencana tidak tertarik dengan profesi perencana. Ya, cukup miris memang.. sampai akhirnya di sebuah pertemuan International Young Planners Forum di Yogya dan kebetulan saat itu saya berdiskusi dengan pak KT dan dia sampaikan bahwa ini tidak boleh berhenti sampai disini. Beliau memberikan satu kalimat yang membuat saya termotivasi untuk menjaring para mahasiswa perencana untuk lebih aktif dan lebih optimis pada profesi ini. Karena saya tahu, banyak sekali potensi yang ada pada para generasi muda yang (mungkin) bisa mengimplementasikan pemikiran-pemikiran para senior perencana yang dimilis-milis ataupun di diskusi-diskusi sangat brilian dan cetar membahana tersebut. Saya pikir itu bisa menjadi sebuah hal yang nyata jika ada yang mampu melakukannya, dan itu ada pada anak-anak muda, para perencana muda dan calon-calon perencana yang masih menuntut ilmu di perguruan tinggi/universitas.

Sebenarnya masih banyak kegundahan saya terhadap kondisi perkotaan, banyak pertanyaan juga di kepala saya mengenai apa akan terjadi pada kehidupan kota ini? Kebetulan kemarin kami (IAP) baru menyelenggarakan Young Professional Summit, disana ada Pak Hugua seorang walikota di Wakatobi, Indonesia Timur yang memberikan pencerahan terhadap kurang lebih 100 anak muda calon perencana kota, beliau mengatakan ; seorang perencana perlu melihat segala sesuatunya dengan mata, kepala dan hati. Sebelum kita melakukan sebuah perencanaan, kita harus tahu bahwa kita sedang merencanakan kehidupan kita sendiri dan juga kehidupan ratusan bahkan jutaan orang serta makhluk hidup lainnya. Jadi, pikirkanlah apa yang akan kalian rencanakan untuk mereka-mereka itu semua. Paradigma yang luar biasa, dan sangat mengena di hati saya dan teman-teman lainnya.

 

Itu tadi catatan “siapa saya” dan apa kaitannya dengan kehidupan kota dan lingkungan saya. Mungkin banyak teman yang sudah follow twitter saya @m3yriana, di dalam Bio, saya menuliskan bahwa saya seorang Planner, #DesperateCommuter, pecinta kota, Kapitalis yang sosialis (lihat tulisan saya diatas, kenapa saya menganggap diri saya kapitalis-hehe), dan Inside The Regim (haha..yang ini ketularan kata-kata pak KT aja sih).

Well, welcome to the club, mari bersama-sama belajar, berdiskusi dan curhat tapi bukan asal curhat tapi bisa juga memberikan knowledge bagi semua peserta.

Salam kenal dan Salam Perencana Muda,

Meyriana Kesuma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s